Jumat, 13 September 2013

Petrologi BAB I



BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Definisi Ilmu Petrologi
Petrologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan geologi yang mempelajari batuan pembentuk kulit bumi, mencakup aspek pemerian (deskripsi) dan aspek genesa-interpretasi. Pengertian luas dari petrologi adalah mempelajari batuan secara mata telanjang, secara optik/mikroskopis, secara kimia dan radio isotop. Studi petrologi secara kimia sering disebut petrokimia yang dapat dipandang sebagai bagian dari ilmu geokimia. Untuk kuliah dan praktikum mahasiswa Teknik Geologi semester 2 maka studi petrologi dibatasi secara megaskopis saja. Aspek pemerian antara lain meliputi warna, tekstur, struktur, komposisi, berat jenis, kekerasan, kesarangan (porositas), kelulusan (permebilitas) dan klasifikasi atau penamaan batuan. Aspek genesa – interpretasi mencakup tentang sumber asal (“source”) hingga proses atau cara terbentuknya batuan. Batuan didefinisikan sebagai semua bahan yang menyusun kerak (kulit) bumi dan merupakan suatu agregat (kumpulan) mineral-mineral yang telah menghablur (mengkristal). Dalam arti sempit, yang tidak termasuk batuan adalah tanah dan bahan lepas lainnya yang merupakan hasil pelapukan kimia, fisis maupun biologis, serta proses erosi dari batuan. Namun dalam arti luas tanah hasil pelapukan dan erosi tersebut termasuk batuan.
Petrologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan geologi yang mempelajari batuan-batuan pembentuk kulit bumi, mencakup aspek pemberian nama (deskripsi) dan aspek genesa-interpretasi. Pengertian luas dari petrologi adalah mempelajari batuan dengan menggunakan mata telanjang, optik/ mikroskopis, kimia dan radio isotop.Batuan, merupakan agregasi (kumpulan) dari berbagai macam mineral ataupun mineral sejenis. Andesit (sering disebut batu candi) tersusun oleh mineral-mineral plagioklas, piroksin, hornblende dan sedikit kuarsa. Sedangkan marmer termasuk batuan metamorf yang oleh mineral kalsit yang mengalami ubahan. Bagian terluar Bumi yang disebut litosfir disusun oleh masa batuan padat yang keras dan kaku. Berdasarkan proses pembentukannya batuan dikelompokkan menjadi tiga jenis batuan: yaitu batuan beku (igneous rocks), batuan sediment (sedimentary rocks), dan batuan metamorfosa/malihan (metamorphic rocks)
Aspek pemberian nama antara lain meliputi warna, tekstur, struktur, komposisi, berat jenis, kekerasan, kesarangan (porositas), kelulusan (permebilitas) dan klasifikasi atau penamaan batuan. Aspek genesa – interpretasi mencakup tentang sumber asal (“source”) hingga  proses atau cara terbentuknya batuan. Batuan didefinisikan sebagai semua bahan yang menyusun kerak (kulit)bumi dan merupakan suatu agregat (kumpulan) mineral-mineral yang telah menghablur (mengkristal). Dalam arti sempit, yang tidak termasuk batuan adalah tanah dan bahan lepas lainnya yang merupakan hasil pelapukan kimia, fisika maupun biologis, serta proses erosi dari batuan. Namun dalam arti luas tanah hasil pelapukan dan erosi tersebut termasuk batuan.
Batuan sebagai agregat mineral pembentuk kulit bumi secara genesa dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis batuan, yaitu :
1.    Batuan beku (“igneous rocks”), adalah  kumpulan mineral silikat sebagai hasil pembekuan daripada magma yang mendingin (WT. Huang, 1962).
2.    Batuan sedimen (“sedimentary rocks”), adalah batuan  hasil litifikasi  bahan rombakan batuan yang berasal dari proses denudasi atau hasil reaksi kimia maupun hasil kegiatan organisme (Pettijohn, 1964).
3.    Batuan metamorf atau batuan malihan (“metamorphic rocks”), adalah batuan yang berasal dari suatu batuan yang sudah ada yang mengalami perubahan tekstur dan komposisi mineral pada fasa padat sebagai perubahan kondisi fisika (tekanan dan temperatur) (Winkler, 1967).
Dalam sejarah pembentukannya ketiga jenis batuan tersebut dapat mengalami jentera (siklus) batuan seperti pada Gambar 1.1













Gambar 1.1  Jentera batuan (Gillen, 1982).
 
 
1.2    Hubungan Geologi dan Batuan
Bagian luar bumi tertutupi oleh daratan dan lautan dimana bagian dari lautan lebih besar daripada bagian daratan. Akan tetapi karena daratan adalah bagian dari kulit bumi yang dapat kita amati langsung dengan dekat maka banyak hal-hal yang dapat pula kita ketahui dengan cepat dan jelas. Salah satu diantaranya adalah kenyataan bahwa daratan tersusun oleh beberapa jenis batuan yang berbeda satu sama lain.

1.3  Maksud dan Tujuan
1.3.1    Maksud
Petrologi merupakan suatu ilmu pengetahuan geologi, diberikan kepada praktikan dengan maksud praktikan dapat gambaran tentang proses-proses pembatuan yang terjadi di dalam maupun dipermukaan bumi. Secara umum maksud laporan ini adalah untuk menjelaskan apa itu Petrologi, disertai dengan deskripsi mineral menurut struktur dan tekstur batuan tersebut  berdasarkan jenis batuan baik Batuan Beku, Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf.
Selain itu untuk memberikan pengetahuan bagi kita khususnya sebagai mahasiswa teknik pertambangan tentang berbagai jenis batuan di muka bumi ini, berdasarkan petrogenesa batuan tersebut, serta struktur dan tekstur yang dimiliki oleh batuan tersebut, sehingga kita dengan mudah dapat mengenali jenis batuan di lapangan nantinya.

1.3.2    Tujuan
Adapun tujuan mempelajari petrologi ini adalah, antara lain :
1.
Dapat mengenal berbagai jenis batuan.
2.
Mengetahui tekstur dan struktur dari suatu batuan.
3.
Mengetahui komposisi mineral yang terkandung dalam suatu batuan.
4.    Mengetahui nama batuannya dan dapat menafsirkan genesanya.
5.    Dapat mengidentifikasi batuan secara megaskopis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar