Jumat, 13 September 2013

Petrologi BAB IV



BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN


4.1  Kesimpulan
Dari hasil praktikum petrologi yang telah dilaksanakan, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa petrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang batuan, asal mula kejadiannya, struktur dan tekstur, klasifikasi atau pengelompokan berbagai macam batuan yang terdapat di atas permukaan bumi, penulis juga menyimpulkan bahwa untuk penamaan pada batuan tersebut hanya melihat perbandingan persentase mineral yang hadir pada batuan tersebut. Pelaksanaan praktikum petrologi kali ini hanya menjelaskan tentang batuan beku dan batuan metamorf.

4.1.1    Batuan Beku
Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk langsung dari pembekuan magma. Proses pembekuan magma akan sangat berpengaruh terhadap tekstur dan struktur primer batuan sedangkan komposisi batuan sangat dipengaruhi oleh sifat magma sel. Berdasarkan komposisi kimianya, batuan beku dibedakan menjadi empat, yaitu batuan beku asam, batuan beku intermedier, batuan beku basa, dan batuan beku ultrabasa. Batuan beku adalah batuan yang terbentuk langsung dari pembekuan magma. Proses pembekuan tersebut merupakan proses perubahan fase dari cair menjadi padat. Pembekuan magma akan menghasilkan kristal-kristal mineral primer ataupun gelas. Proses pembekuan magma akan sangat berpengaruh terhadap tekstur dan struktur primer batuan sedangkan komposisi batuan sangat dipengaruhi oleh sifat magma sel.Pada saat penurunan suhu akan melewati tahapan perubahan fase cair ke padat. Apabila pada saat itu terdapat cukup energi pembentukan kristal maka akan terbentuk kristal-kristal mineral berukuran besar sedangkan bila energi pembentukan rendah akan terbentuk kristal yang berukuran halus. Bila pendinginan berlangsung sangat cepat maka kristal tidak terbentuk dan cairan magma membeku menjadi gelas. Tubuh batuan beku dalam mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam, karena magma dapat menguak batuan di sekitarnya atau menerobos melalui rekahan.
4.1.2    Batuan Metamorf
Batuan metamorf merupakan batuan hasil ubahan dari batuan yang telah ada sebelumnya yang ditunjukkan dengan adanya perubahan komposisi mineral, tekstur dan struktur batuan yang terjadi pada fase padat (solid rate) akibat adanya perubahan temperatur, tekanan dan kondisi kimia di kerak bumi. Perubahan yang terjadi pada batuan asal (batuan beku, sedimen atau metamorf) oleh proses metamorfosa adalah tekstur, struktur, dan komposisi mineral, sedangkan komposisi kimianya tidak berubah (proses iso-kimia). Berdasarkan proses pembentukannya, batuan metamorf dibedakan atas metamorfosa regional (dynamo-termal), metamorfosa beban, metamorfosa termal/kontak, dan metamorfosa kataklastik. Batuan metamorf merupakan batuan hasil malihan dari batuan yang telah ada sebelumnya yang ditunjukkan dengan adanya perubahan komposisi mineral, tekstur dan struktur batuan yang terjadi pada fase padat (solid rate) akibat adanya perubahan temperatur, tekanan dan kondisi kimia di kerak bumi (Ehlers & Blatt, 1982).
Batuan metamorf adalah hasil dari perubahan-perubahan fundamental batuan yang sebelumnya telah ada. Panas yang intensif yang dipancarkan oleh suatu massa magma yang sedang mengintrusi menyebabkan metamorfosa kontak. Metamorfosa regional yang meliputi daerah yang sangat luas disebabkan oleh efek tekanan dan panas pada batuan yang terkubur sangat dalam.
Dalam penamaannya batuan beku didasarkan atas tekstur dan tempat terjadinya, contoh granit, diorit, dan gabro. Sedangkan batuan metamorf didasarkan atas satu penciri saja seperti komposisi mineral, tekstur atau strukturnya.
Menurut Turner (1954, lihat Williams dkk, 1954:161-162) menyebutkan bahwa batuan metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan mineralogi dan struktur oleh proses metamorfisme dan terjadi langsung dari fase padat tanpa melalui fase cair. Jadi batuan metamorf terjadi karena adanya perubahan yang disebabkan oleh proses metamorfosa. Proses metamorfosa merupakan suatu proses pengubahan batuan akibat perubahan tekanan, temperatur dan adanya aktifitas kimia fluida/gas atau variasi dari ketiga faktor tersebut. Proses metamorfosa merupakan proses isokimia, dimana tidak terjadi penambahan unsur-unsur kimia pada batuan yang mengalami metamorfosa. Temperatur berkisar antara 2000 C- 8000 C, tanpa melalui fase cair (batuan tetap berada pada fase padat).

4.2  Saran
Setelah pelaksanaan praktek petrologi batuan beku dan metamorf di laboratorium, penulis ingin menyarankan kepada kakanda asisten yang berbau positif dan bersifat membangun untuk kepentingan kita bersama. Saran dari penulis antara lain :
v Sebelum praktikum dimulai diharapkan kepada asisten agar datang lebih cepat dari pada praktikan. Dan kepada asisten juga mohon peraturan selama praktikum berlangsung lebih diperketat.
v Diharapkan kepada asisten agar lebih melengkapi keperluan-keperluan praktikum, seperti batuan-batuan yang belum ada diharapkan dilengkapi. Carilah sampel batuan yang lebih bervariasi dan unik, agar para praktikan senang dan termotifasi dalam penimbaan ilmu ini.
v Agar lebih baik lagi apabila asisten lebih banyak menguasai dan memahami praktikum yang diajarkan kepada praktikan
v Carilah referensi-referensi dan informasi yang lebih membangun, hal ini diharapkan agar adanya perkembangan bagi para praktikan dan mudah dalam mendapatkan informasi tentang dunia batuan. Dan menambah kegiatan praktian dengan mengadakan study tour ke daerah yang mempunyai batuan yang akan di pelajari, agar dapat menambah wawasan dan pemahaman praktikan.
Asisten dan praktikan hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, demikianlah kritik dan saran ini saya buat, agar sekiranya  dapat di terima dan di maklumi, dan disini penulis juga meminta ma’af kepada semua asisten petrologi apabila selama praktikum penulis ada berbuat tidak menyenangkan kepada asisten. Sekian dn Terima Kasih.


1 komentar:

  1. How to earn real money in casino games - JTHub
    You can earn 안성 출장샵 real 청주 출장샵 money playing casino games online from 부산광역 출장안마 free 여수 출장안마 spins, no deposit bonuses, etc. How to earn real money 1xbet 먹튀 in casino games

    BalasHapus