BAB
IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1
Kesimpulan
Dari
hasil praktikum petrologi yang telah dilaksanakan, penulis dapat mengambil
kesimpulan bahwa petrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang batuan, asal
mula kejadiannya, struktur dan tekstur, klasifikasi atau pengelompokan berbagai
macam batuan yang terdapat di atas permukaan bumi, penulis juga menyimpulkan
bahwa untuk penamaan pada batuan tersebut hanya melihat perbandingan persentase
mineral yang hadir pada batuan tersebut. Pelaksanaan praktikum petrologi kali
ini hanya menjelaskan tentang batuan beku dan batuan metamorf.
4.1.1
Batuan Beku
Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk langsung dari pembekuan
magma. Proses pembekuan magma akan sangat berpengaruh terhadap tekstur dan
struktur primer batuan sedangkan komposisi batuan sangat dipengaruhi oleh sifat
magma sel. Berdasarkan komposisi kimianya, batuan beku dibedakan menjadi empat,
yaitu batuan beku asam, batuan beku intermedier, batuan beku basa, dan batuan
beku ultrabasa. Batuan beku adalah batuan yang terbentuk langsung dari
pembekuan magma. Proses pembekuan tersebut merupakan proses perubahan fase dari
cair menjadi padat. Pembekuan magma akan menghasilkan kristal-kristal mineral
primer ataupun gelas. Proses pembekuan magma akan sangat berpengaruh terhadap
tekstur dan struktur primer batuan sedangkan komposisi batuan sangat
dipengaruhi oleh sifat magma sel.Pada saat penurunan suhu akan melewati tahapan
perubahan fase cair ke padat. Apabila pada saat itu terdapat cukup energi
pembentukan kristal maka akan terbentuk kristal-kristal mineral berukuran besar
sedangkan bila energi pembentukan rendah akan terbentuk kristal yang berukuran
halus. Bila pendinginan berlangsung sangat cepat maka kristal tidak terbentuk
dan cairan magma membeku menjadi gelas. Tubuh batuan beku dalam mempunyai
bentuk dan ukuran yang beragam, karena magma dapat menguak batuan di sekitarnya
atau menerobos melalui rekahan.
4.1.2
Batuan Metamorf
Batuan metamorf merupakan batuan hasil
ubahan dari batuan yang telah ada sebelumnya yang ditunjukkan dengan adanya
perubahan komposisi mineral, tekstur dan struktur batuan yang terjadi pada fase
padat (solid rate) akibat adanya perubahan temperatur, tekanan dan
kondisi kimia di kerak bumi. Perubahan yang terjadi pada batuan asal (batuan
beku, sedimen atau metamorf) oleh proses metamorfosa adalah tekstur, struktur,
dan komposisi mineral, sedangkan komposisi kimianya tidak berubah (proses
iso-kimia). Berdasarkan proses pembentukannya, batuan metamorf dibedakan atas
metamorfosa regional (dynamo-termal), metamorfosa beban, metamorfosa
termal/kontak, dan metamorfosa kataklastik. Batuan metamorf merupakan
batuan hasil malihan dari batuan yang telah ada sebelumnya yang ditunjukkan
dengan adanya perubahan komposisi mineral, tekstur dan struktur batuan yang
terjadi pada fase padat (solid rate) akibat adanya perubahan temperatur,
tekanan dan kondisi kimia di kerak bumi (Ehlers
& Blatt, 1982).
Batuan metamorf adalah hasil dari perubahan-perubahan
fundamental batuan yang sebelumnya telah ada. Panas yang intensif yang dipancarkan
oleh suatu massa magma yang sedang mengintrusi menyebabkan metamorfosa kontak.
Metamorfosa regional yang meliputi daerah yang sangat luas disebabkan oleh efek
tekanan dan panas pada batuan yang terkubur sangat dalam.
Dalam penamaannya batuan beku didasarkan atas tekstur dan tempat
terjadinya, contoh granit, diorit, dan gabro. Sedangkan batuan metamorf
didasarkan atas satu penciri saja seperti komposisi mineral, tekstur atau
strukturnya.
Menurut
Turner (1954, lihat Williams dkk,
1954:161-162) menyebutkan bahwa batuan metamorf adalah batuan yang telah
mengalami perubahan mineralogi dan struktur oleh proses metamorfisme dan
terjadi langsung dari fase padat tanpa melalui fase cair. Jadi batuan metamorf
terjadi karena adanya perubahan yang disebabkan oleh proses metamorfosa. Proses
metamorfosa merupakan suatu proses pengubahan batuan akibat perubahan tekanan,
temperatur dan adanya aktifitas kimia fluida/gas atau variasi dari ketiga
faktor tersebut. Proses metamorfosa merupakan proses isokimia, dimana tidak
terjadi penambahan unsur-unsur kimia pada batuan yang mengalami metamorfosa.
Temperatur berkisar antara 2000 C- 8000 C, tanpa melalui
fase cair (batuan tetap berada pada fase padat).
4.2
Saran
Setelah
pelaksanaan praktek petrologi batuan beku dan metamorf di laboratorium, penulis
ingin menyarankan kepada kakanda asisten yang berbau positif dan bersifat
membangun untuk kepentingan kita bersama. Saran dari penulis antara lain :
v Sebelum praktikum
dimulai diharapkan kepada asisten agar datang lebih cepat dari pada praktikan.
Dan kepada asisten juga mohon peraturan selama praktikum berlangsung lebih
diperketat.
v Diharapkan kepada
asisten agar lebih melengkapi keperluan-keperluan praktikum, seperti
batuan-batuan yang belum ada diharapkan dilengkapi. Carilah sampel batuan yang
lebih bervariasi dan unik, agar para praktikan senang dan termotifasi dalam
penimbaan ilmu ini.
v Agar lebih baik
lagi apabila asisten lebih banyak menguasai dan memahami praktikum yang
diajarkan kepada praktikan
v Carilah
referensi-referensi dan informasi yang lebih membangun, hal ini diharapkan agar
adanya perkembangan bagi para praktikan dan mudah dalam mendapatkan informasi
tentang dunia batuan. Dan menambah kegiatan praktian dengan mengadakan study tour ke daerah yang mempunyai
batuan yang akan di pelajari, agar dapat menambah wawasan dan pemahaman praktikan.
Asisten
dan praktikan hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, demikianlah
kritik dan saran ini saya buat, agar sekiranya dapat di terima
dan di maklumi, dan disini
penulis juga meminta ma’af kepada semua asisten petrologi apabila selama
praktikum penulis ada berbuat tidak menyenangkan kepada asisten. Sekian dn
Terima Kasih.
How to earn real money in casino games - JTHub
BalasHapusYou can earn 안성 출장샵 real 청주 출장샵 money playing casino games online from 부산광역 출장안마 free 여수 출장안마 spins, no deposit bonuses, etc. How to earn real money 1xbet 먹튀 in casino games